Apa Yang Ditanam Itu Yang Dituai

Apa Yang Ditanam Itu Yang Dituai – Ketika kita menanam bibit pohon mangga, maka yang tumbuh juga pastinya pohon mangga. Begitu juga ketika menanam cabai, yang tumbuh sudah tentu pohon cabai. Secara alami alam akan menghasilkan apa yang ditanam. Seperti istilah yang mengatakan “apa yang ditanam itu yang akan dituai”.

Begitu juga dengan hidup ini, jika kita melakukan hal yang baik maka kita juga akan menuai yang baik juga, jika kita melakukan hal yang jahat maka suatu saat kita akan mendapatkan balasan yang jahat sesuai apa yang kita perbuat.

Memang ada kalanya kita disakiti oleh orang lain, melalui kata-kata sindiran halus tapi menusuk, ada juga langsung jelas dan kasar. Sebagai manusia hendaknya kita harus banyak bersabar dan menahan emosi. Kalau kita sudah tidak kuat karena terlalu disakiti apalagi kalau sampai dihina kita serahkan saja semua pada Tuhan. Biarlah Tuhan yang membalasnya. Sesuai dengan apa yang diperbuat.

Apa yang ditanam itu yang akan dituai, ungkapan ini berlaku untuk semua manusia tanpa terkecuali

apa yang ditanam itu yang dituai

Contohnya, sebagai anak kita harus bisa menghormati dan menghargai orang tua kita, jangan melawan dan membangkang pada mereka, kalau kita sering melawan ke orang tua kita, maka suatu saat dikala kita sudah menikah nanti anak kita bisa saja jadi anak yang melawan juga pada kita orangtuanya.

Memang hukum alam yang menyebut apa yang yang ditanam itu yang dituai, apa yang kita perbuat itu yang kita dapatkan. Terkadang bisa membingungkan kita sendiri tentang hal itu.

Baca juga : Kisah Tragisnya Orang Sombong si Pegawai, dan Rezeki si Pekebun yang Baik Hati

Artinya begini, jika saat ini apa yang terjadi pada kita merupakan karena perbuatan kita dimasa lalu pada seseorang, berarti sebelumnya orang tersebut juga sudah pernah melakukan perbuatan yang sama pada orang lain, yang menyebabkan ia mendapat balasan dari perbuatannya sendiri. Jadi sepertinya hal itu terjadi secara berputar-putar atau bergiliran kalau menurut perkataan apa yang ditanam itu yang akan dituai.

Tapi bisa juga perbuatan kita saat ini merupakan suatu pembalasan dari perbuatan seseorang kepada yang lain, bisa dikatakan kita hanya sebagai perantara.

Misalnya dalam suatu hubungan. Seorang laki-laki sombong sering menyakiti perempuan dengan cara merendahkan atau menghina orang yang dianggapnya dibawah kehebatan nya atau laki-laki tersebut sering mempermainkan hati perempuan dan tidak pernah menghargai orang. Sesuka hatinya saja pada perempuan yang di anggapnya lemah.

Kemudian di suatu saat laki-laki tersebut dipertemukan Tuhan pada seorang perempuan yang bisa melawan kesombongannya. Supaya laki-laki itu mendapatkan balasan atas apa yang diperbuatnya selama ini pada semua perempuan yang disakitinya.

Dalam contoh tersebut bisa dikatakan bahwa si perempuan hanyalah sebuah perantara untuk membalas perbuatan atau kesombongan laki-laki yang sering menyakiti perempuan lain. Supaya ia sadar bahwa apa yang dilakukan selama ini sudah banyak menyakiti hati perempuan, dan sekarang gilirannya yang mendapatkan rasa sakit itu.

Cerita diatas hanyalah sebuah contoh, dalam kehidupan sehari-hari. Jadi supaya kita lebih bisa introspeksi diri, merenungkan kembali apa yang terjadi pada kita apakah karena perbuatan kita dan memang sudah sepantasnya mendapatkan hal seperti itu, karena alam juga ikut berperan dalam suatu perbuatan. Disebabkan karena alam semesta ini adalah ciptaan-Nya.

Baca juga : 7 Kunci Rahasia Hidup Bahagia Selalu Dunia Akhirat

Peribahasa apa yang ditanam itu yang dituai, memang bisa jadi suatu cerminan atau renungan bagi kita semua

Sebagai manusia kita hanya bisa berserah pada yang diatas. Kita hanya bisa melakukan hal yang terbaik untuk diri sendiri dan juga orang lain.

Tuhan mengetahui isi hati setiap orang. Dia memang baik dan pengampun tapi Dia juga bisa marah kepada orang yang berbuat hal yang sudah kelewat batas yang sudah menyakiti banyak hati manusia lainnya. Karena kita semua sama-sama ciptaan-Nya. Semua berharga dan sama di hadapan-Nya. Jadi tidak ada yang perlu disombongkan karena semua hanya titipan yang sewaktu-waktu bisa diambil.

Semoga semuanya terberkati.

Share:

Leave a Comment