Kisah Tragisnya Orang Sombong si Pegawai, dan Rezeki si Pekebun yang Baik Hati

Kisah Tragisnya Orang Sombong si Pegawai, dan Rezeki si Pekebun yang Baik Hati – Kisah ini menceritakan dua laki-laki yang berteman tapi memiliki keadaan yang berbeda. Yang satu pekerjaannya seorang pegawai dan yang satu lagi pekerjaannya seorang pekebun.

Sifat mereka berdua juga sangat berbeda, si pegawai sombong dan si pekebun rendah hati.

Si pegawai sifatnya selalu menyombongkan diri karena ia merasa hebat sudah memiliki harta kekayaan yang menurutnya wajar kalau dibanggakan karena hasil kerja kerasnya.

Sedangkan si pekebun yang memang sifatnya rendah hati tidak pernah mengeluh atas pekerjaannya saat ini. Dia bekerja dengan sungguh-sungguh dan selalu bersyukur atas apa yang diperolehnya.

Kisah tragisnya orang sombong si pegawai ini memang menarik untuk dipahami

Si pegawai dan si pekebun berteman semenjak kecil dan sampai berkeluarga pun mereka tetap berteman, dan kebetulan mereka tinggal di suatu daerah yang sama.

Pada saat keduanya bertemu di sebuah warung kopi, si pegawai yang sombong ini memesan kopi, sedangkan si pekebun memesan teh manis.

Secara spontan si pegawai berkata panjang lebar pada temannya si pekebun itu sambil angkat kaki dan saat itu dia memakai kacamata hitam.

Pegawai : Kawan ku yang satu ini hidupnya susah sekali ya…, (sambil tersenyum sinis)
tapi sudah nasibmu kawan,, terima saja,, mana mungkin kamu bisa seperti saya, kamu kan hanya pekebun biasa, sedangkan saya PNS… (Sss nya panjang).

Tapi bukan cuman itu kawan…, uang masuk saya kan sangat banyak…, dari ini dari itu dari mana-mana segala macam…, Kamu tidak melihat seberapa besar kekayaan saya… Rumah, kendaraan, tanah dan uang tabungan lengkap semua, istri saya juga cantik dan saya bertambah ganteng karena uang saya yang banyak.

(sambil pegang hp nya yang mahal nya sekitar 10 jt an, sesekali membersihkan jam tangannya yang dianggapnya kerennya selangit).

kisah orang sombong

Mendengar ucapan temannya tersebut si pekebun tersenyum sambil berkata,

Pekebun : kawan.. Saya hidup begini juga sudah sangat bersyukur, sesuatu yang belum ada pada saya akan saya usahakan. Puji Tuhan anak dan istri saya juga hidupnya sehat-sehat dan bahagia.

Si pegawai mengaduk kopi nya, setelah itu ia berkata lagi,

Pegawai : kamu kok bisa bahagia sih? sementara kamu hidupnya begitu terus saya perhatikan,, tidak mempunyai harta seperti saya. Tapi memang kamu tidak akan bisa seperti saya..

Saya setiap tahun pergi liburan ke keliling Indonesia, saya selalu menyumbang ke tempat ibadah dengan jumlah jutaan rupiah, saya mau kemana saja naik mobil, makanan saya enak-enak terus, bukan seperti kamu tidak ada kemajuan sama sekali. (perkataannya hanya membanggakan dirinya, ucapan saya, saya dan saya terus selalu dilontarkan).

Si pekebun pun cukup berkata,”kawan..kamu jangan selalu sombong, berubalah kawan, nanti Tuhan marah loh..

si pekebun

Si pegawai menjawab,” saya tidak sombong kawan..saya hanya memberitahu kan saja sama kamu dan juga sama semua orang, dan saya juga selalu bersyukur kok pada Tuhan atas apa yang diberikan pada saya. Buktinya, saya ikut menyumbang ke tempat ibadah dengan jumlah yang sangat besar, kalau kamu palingan bisa nyumbang puluhan ribu. Minum kita saja sudah beda, kamu teh manis, sedangkan saya kopi. Makanya kamu miskin terus.

Baca juga : Wajib Tahu, 10 Ciri-Ciri Orang Sombong Terparah Yang Tidak Disadari

Si pekebun diam sejenak sambil berkata dalam hati, ” apa hubungannya!?”.

Seperti itulah keseharian mereka berdua jika sesekali bertemu, si pegawai selalu menyombongkan diri dan banyak omong.

Sedangkan si pekebun lebih pendiam dan rendah hati.

Tapi si pekebun tidak pernah sakit hati atas perkataan temannya tersebut. Karena ia susah mengenal watak temannya itu sejak kecil. Dan memang bukan hanya si pekebun saja yang sudah menasehati si pegawai itu supaya tidak sombong. Tapi ia tetap tidak peduli.

Singkat cerita kisah tragisnya orang sombong ini, tahun berganti tahun, mereka tetap berteman, namun kedua-duanya mengalami perubahan nasib yang sangat pesat.

kisah tragis orang sombong

Si pegawai yang sombong dipecat dari pekerjaannya karena ketahuan memakai narkoba, dan juga ia sering bolos kerja karena malam hari senang mabuk dan suka kencan dengan janda-janda kembang.

Setelah ia dipecat, ia sering siteres dan naik kendaraan dengan kecepatan tinggi. Meski banyak orang menasehati, ia tidak peduli sedikitpun. Sampai suatu saat ia mengalami kecelakaan dan menyebabkan kaki sebelah kanan nya mengalami kelumpuhan total. Jadi akhirnya ia memakai tongkat untuk berjalan.

Sementara istrinya, semenjak suaminya dipecat dari pekerjaan sebagian besar harta mereka dijual, mobil, tanah dijual dan uang tabungannya dibawa kabur semuanya. Jadi yang tersisa hanyalah sepetak tanah kira-kira seluas satu rante dan rumah yang ditempati si pegawai.

Kemudian setelah ia mengalami kecelakaan itu, untuk biaya berobat si pegawai tersebut, akhirnya ia menjual rumah yang ia tempati dulu bersama istrinya.

Jadi hidup si pegawai yang sombong sekarang sudah berubah 180 derajat semenjak musibah bertubi-tubi datang padanya. Ia sekarang jatuh miskin, bahkan jauh lebih miskin dari temannya si pekebun beberapa tahun lalu, dan pekerjaannya pun sekarang hanya berkebun singkong yang luasnya cuman 1 rante.

Sedangkan tempat tinggalnya di satu gubuk dekat kebun singkongnya, dan hidupnya kini selalu dilanda kesepian dan penderitaan. Di setiap malamnya juga dia selalu menangisi dan menyesali semua perbuatannya yang dulu.

Kehidupan si pekebun yang baik hati, tidak sombong, dan rajin menabung itu hidupnya juga berubah menjadi semakin kaya. Ia bisa membeli rumah baru, jadi rumahnya ada dua, tanahnya sekarang ada 20 hektar. Tapi ia tidak beli mobil, karena ia lebih suka naik sepeda motor.

Berkat ketekunan dan hasil kerja kerasnya si pekebun menjadi seorang yang lebih baik hidupnya dari sebelumnya. Tuhan memberikan berkat dan rezeki pada hidupnya karena ia selalu rendah hati.

Demikian ceritanya kisah tragisnya orang sombong, ini memberi kita suatu pemahaman supaya jangan pernah menganggap remeh kehidupan seseorang dan jangan pernah menjengkal apapun pekerjaan orang lain. Karena kita tidak tahu apa yang terjadi dikemudian hari.

Bukankah memang harus berbeda mata pencaharian hidup itu?

Ada presiden dan para pejabat lainnya untuk mengatur pemerintahan.

Ada polisi dan tentara untuk menegakkan hukum dan untuk keamanan negara juga membantu bencana alam banjir, longsor, gempa dll.

Dokter untuk orang sakit, guru untuk mengajar, pekebun sawit untuk menghasilkan minyak makan, petani untuk menghasilkan beras, pedagang untuk menjual hasil panen dst.

Jadi tidak ada yang perlu disombongkan dalam hidup ini kawan….semuanya saling berkaitan seperti rantai dan saling membutuhkan.

Baca juga : Apa Yang Ditanam Itu Yang Dituai

Kisah tragisnya orang sombong ini, juga memberitahukan bahwa kita sama-sama manusia ciptaan Tuhan, sama-sama makan nasi, yang lahir tanpa membawa apa-apa, mati juga tidak akan membawa harta selain pakaian di badan. Hidup di dunia ini hanya sementara, berbuat baiklah selagi Tuhan masih memberi nafas kehidupan. Jangan pernah sombong ya…!

Share:

Leave a Comment