Ungkapan Kasih Seorang Ibu, Aku Mencintaimu Anakku

0
107
kasih seorang ibu

Ungkapan Kasih Seorang Ibu, Aku Mencintaimu Anakku – Semua ibu di dunia ini tanpa terkecuali akan mencintai anak nya dengan setulus hati dan segenap jiwa juga raganya. Rasa cinta dan sayang itu mulai datang secara alami semenjak anak berada di dalam kandungan. 9 bulan ibu mengandung anaknya dengan penuh perjuangan dan kasih sayang. Senang, terharu, lelah, lemas, sakit, semua rasa yang bercampur aduk menjadi satu kebahagiaan ketika ibu mengandung.

“Aku mencintaimu anakku”. Kata itu diungkapkan oleh ibu yang sedang mengandung anaknya.

Perjuangan seorang ibu berlanjut ketika ia akan melahirkan anaknya, rasa sakit itu amat menyakitkan dan sangat menyakitkan sekali.

Ditambah lagi jika ibu mengalami suatu kesulitan melahirkan, akan terasa lebih sangat menyakitkan. Jika ibu tidak bisa melahirkan secara normal karena kondisi tertentu maka ia akan melahirkan secara operasi sesar. Suatu operasi yang sakitnya baru terasa ketika operasinya sudah selesai. Tetapi operasi sesar ini juga tidak kalah sakit dengan melahirkan secara normal. Sakitnya seperti di iris pisau belati perlahan-lahan.

- Advertisement -
kasih ibu

“Terima kasih Tuhan”. Itulah kata yang pertama diucapkan oleh seorang ibu saat pertama melihat anaknya dengan penuh bahagia setelah ia selesai melahirkan dan melihat sang buah hati tercintanya.

Aku menggendongnya, memeluknya, menciumnya dengan penuh kebahagiaan, melihat wajahnya yang begitu indah, masih merah, badannya yang wangi, di dalam hati aku berkata lagi ” terimakasih Tuhan atas pemberianmu, aku sekarang sudah punya seorang putri yang cantik untuk aku cintai selalu. Peranku saat ini sudah menjadi seorang ibu untuk anak yang ku sayangi”. Bahagia bercampur terharu menyelimuti hati ini.

“Aku menyayangimu anakku” kata itu terucap di dalam hati ini saat melihat bayi ku.

Aku memberinya minum ASI, sambil memperhatikan wajahnya, tidak bosan memandangnya, lucu, menggemaskan karena ia gemuk..

Semua ibu sudah pasti sangat bahagia saat pertama melihat anaknya, ibu akan selalu mendoakan anaknya dan berharap semoga anaknya sehat selalu, bertumbuh dan berkembang dengan baik.

Aku sangat menikmati peranku sebagai ibu baru. Aku banyak belajar dari orang tuaku dan orang yang sudah berpengalaman, bagaimana caranya memandikan, mengganti popoknya, menenangkan saat ia menangis, dan merawatnya.

Saat ia menangis suara tangisnya terdengar khas bayi yang begitu indah dan merdu. Ya..begitulah seorang bayi. Rumah menjadi ramai dengan suara tangisnya, membuat hati begitu senang dan gembira, tapi bukan cuma aku yang merasakan kegembiraan itu, keluarga dan orang sekitar juga turut bergembira.

Disaat usianya sudah memasuki 3-4 bulan bayiku sudah mulai belajar tengkurap. Ia juga sudah mulai mengoceh dengan nada khas bayi. Senang rasanya melihat perkembangannya.

“Aku mencintaimu anakku”

Ucapan itu sering muncul dalam hatiku saat melihat wajahnya yang begitu indah, tatapan matanya terlihat tanpa dosa dan tidak bersalah sama sekali.

Sesekali aku berkata sambil menatap matanya, “Nak, cepat besar ya… sehat-sehat ya..”.

Ya .. Seperti itulah beberapa ungkapan kasih sayang dari semua ibu jika melihat anaknya apalagi masih bayi.

Disaat usianya 5-6 bulan, ia sudah mulai bisa belajar duduk. Gembira rasanya melihatnya jatuh bangun berjuang untuk bisa duduk sendiri. Sesekali ia terjatuh dan kepalanya terbentur membuat ia menangis. Saat seperti itu aku sebagai ibu merasa kasihan, kejadian itu berulang-ulang terjadi sampai akhirnya badannya kuat untuk duduk sendiri.

Tidak jarang aku mengajak bayiku menyanyi dengan riang dan gembira, dan ia pun mengikuti nada suaraku dengan ocehannya yang lucu dan menggemaskan.. Sering aku mengajak nya berbicara dan bercanda ria, walaupun ia belum mengerti tapi bertujuan untuk mengajarkan kosakata secara perlahan-lahan.

“Dasar si anak bayi, tidurnya aja lucu, memang menggemaskan”. Perkataan yang muncul dalam hati ini pada saat ia tertidur sambil tersenyum sendiri dan kadang seperti ingin menangis.

Bagaimanapun wajah bayinya, seorang ibu pasti menyukainya. Tetap cantik/ganteng di matanya, Itu salah satu bukti ketulusan seorang ibu.

Semua bayi itu memang lucu dan menggemaskan, ada-ada saja tingkahnya yang aneh tapi menghibur hati.
Saat usianya 7-9 bulan ia sudah mulai belajar berdiri bahagia rasanya melihatnya tertawa lucu dan gembira saat ia bisa berdiri dan beberapa saat kemudian terjatuh lagi.

Baca juga : 14 Cara Mendidik Anak, Agar Anak Sehat, Pintar Dan Cerdas

“Aku menyayangimu anakku”

Terucap pada saat melihat nya tidur dengan lelap betapa wajahnya penuh damai dan nyaman seakan dunia ini aman-aman saja tanpa ada masalah sedikitpun.

Beranjak ke usia 8-9 bulan bayiku sudah bisa berdiri sendiri beberapa lama, betapa senang nya hati ini melihat proses perkembangannya.

Sekarang usia nya sudah 10 bulan jalan ke 11 bulan. Ia senang mengoceh sendiri seperti mau berkata sesuatu, Kaki nya sudah mulai melangkah sesekali. Walau belum stabil tapi mungkin sebentar lagi ia akan berjalan dan berlari-lari dengan riang. Betapa nikmatnya menjadi seorang ibu, terlebih saat anak masih bayi. Setiap proses tumbuh kembangnya bertahap namun pasti.

Kasih orang tua kepada anaknya tidak akan pernah sirna dimakan waktu tidak akan terhingga sepanjang masa. Hanya memberi tidak berharap untuk kembali, tulus dan lembut kasih sayangnya.

“Aku menyayangimu anakku, terimakasih telah hadir di dalam hidupku. Semoga kamu menjadi anak yang takut akan Tuhan dan berbakti pada kedua orang tuamu, jadilah anak yang baik”.

Semua harapan dan doa orang tua akan menjadi suatu pelindung bagi si anak.

Saat anak sakit naluri seorang ibu bisa merasakan sakitnya si anak, berharap supaya anaknya cepat sembuh dan kalau bisa biarlah ibu yang sakit anaknya sembuh, apalagi anaknya masih bayi.

“Aku mencintaimu anakku”. Walaupun tidak berucap tapi tindakan kasih sayang seorang ibu dapat mewakili perkataan itu.

Perjuangan orang tua pada anaknya tidak akan pernah berhenti. Dari anak masih bayi, hingga ia dewasa. Merawat, membesarkan, menyekolahkan semampu mereka bahkan diluar kemampuan orang tua.
Setelah anaknya sudah menikah doa orang tua akan tetap selalu mengiringi setiap langkah anaknya dimanapun anaknya berada.

Baca juga : Tips Mendidik Anak Dari Kecil, Supaya Tidak Manja

Sebagai orang tua sudah berkewajiban dan bertanggung jawab atas anaknya.

Sebagai anak juga harus menghormati dan menyayangi orang tua kita.

Jangan pernah melupakan pengorbanan kedua orang tua kita juga jangan pernah menyakiti hatinya. Apabila kita pernah berjanji pada orang tua, tepatilah janji itu, jangan pernah mengingkari janji apalagi janji yang kita buat sendiri pada mereka.

Jika kita merasa pernah menyakiti hatinya, minta maaf lah sekarang. Selagi waktu masih ada. Karena penyesalan dan rasa bersalah itu menyakitkan, apalagi jika semuanya sudah terlambat.

Saat kita sudah bekerja tetap ingat orang tua, saat sudah menikah pun tetap ingat mereka. Sesibuk apapun ingatlah pada orang tua kita selagi masih hidup berbakti dan doa kan mereka.

Ucapan “Aku mencintaimu anakku”, juga bisa dibuktikan orang tua kita melalui doa-doanya walaupun kita sudah tidak tinggal bersama mereka lagi.

Jika jauh telepon lah dan tanya kabarnya, berikanlah yang terbaik pada orang tua kita jangan perhitungan karena sebesar apapun pemberian kita tidak akan pernah bisa membalas pengorbanan orang tua yang telah baik membesarkan kita anaknya.

Sebagai anak juga jangan lupa berkata dan juga membuktikan pada orang tua bahwa kita mencintai dan menyayangi mereka.

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini